Selasa, 26 Juli 2016

Hasnil Fajri Tertantang Jadi Menteri Jokowi-JK : KOMPAS.COM



JAKARTA, KOMPAS.com

 - Segudang pengalaman di bidang teknologi informasi, bisnis, dan kepemudaan, membuat Hasnil Fajri masuk dalam radar calon menteri yang diusulkan Aliansi Masyarakat Profesional Indonesia (AMPI). Aliansi tersebut menyaring usulan masyarakat dan mengusulkan Hasnil menjadi Menteri Ekonomi Kreatif atau Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pria kelahiran 17 November 1969 ini adalah alumni Manajemen Informatika, STMIK Budi Luhur Jakarta, angkatan 1990-1994. Ia tak pernah menyangka dianggap layak menjadi salah satu menteri kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Saya berterima kasih pada siapapun yang mengusulkan nama saya. Ini suatu apresiasi sekaligus tantangan," kata Hasnil, saat dijumpai di Jakarta Selatan, Sabtu (11/10/2014).

Untuk posisi calon Menteri Ekonomi Kreatif, Hasnil mengaku mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki Indonesia. Ia akan konsentrasi membuat formula untuk mendongkrak geliat ekonomi kreatif sekaligus membuka banyak lapangan pekerjaan baru.

Dalam catatannya, sektor ekonomi kreatif pada 2013 mampu menyumbang 7,5 persen PDB. Selain itu, sektor ini juga menampung 10 persen tenaga kerja secara nasional. Ia bertekad menjadikan Indonesia di posisi lima besar negara yang maju sektor ekonomi kreatifnya.

"Ekonomi ASEAN juga di depan mata, kita harus optimalkan semua pelaku ekonomi kreatif, komunitas dan pemerintah," ujarnya.

Jika menjadi Menpora, Hasnil juga yakin memiliki kemampuan karena pengalamannya malang melintang sebagai aktivis kepemudaan.

Hasnil yang menjabat direktur di sebuah perusahaan teknologi informasi dan komunikasi ini pernah menjabat Ketua Biro Sumber Daya di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2011-2014, dan pernah menjadi Dewan Pengarah dan Pengawas Bidang Teknologi Informasi dan telekomunikasi, media, serta host broadcast dan pemasaran di ajang PON XVIII tahun 2012 lalu.

Selanjutnya, Husnil juga pernah dipercaya Kemenpora menjadi penanggung jawab ICT (information and communication technology) di ajang SEA Games dan Para Games XXVI, dan sampai saat ini masih menjabat koordinator entrepreneur and professional (EP) for Jokowi.

Dari semua pengalaman memimpin perusahaan dan organisasi, satu pengalaman unik yang telah dilalui Husnil adalah saat menjabat Ketua Bidang Niaga dan Teknologi Informasi di organisasi masyarakat penggemar musisi Iwan Fals (OI/Orang Indonesia) mulai 2010-2012. Jabatan inilah yang membuatnya banyak bertemu pemuda dari berbagai lapisan dan menumbuhkan semangat meningkatkan ekonomi kreatif melalui seni dan budaya Indonesia dengan melibatkan generasi muda.

"Tantangannya harus berani turun ke bawah, temui masyarakat, kenali masalah dan buat kebijakan yang tepat," kata dia.

Source: http://nasional.kompas.com/read/2014/10/13/0712016/Hasnil.Fajri.Tertantang.Jadi.Menteri.Jokowi-JK

Ketum APKOMINDO hadiri SILATNAS Pendukung Jokowi


Silaturahmi Nasional (SILATNAS) yang diselenggarakan oleh seluruh elemen pendukung Presiden Joko Widodo di Wisna Serba Guna, Senayan, Jakarta, Minggu (24/7) tidak hanya dihadiri oleh para pendukung Jokowi maupun Presiden RI Joko Widodo, melainkan oleh sejumlah menteri dan beberapa pimpinan partai politik serta tidak ketinggalan Ketum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO).
Sedangkan Relawan yang hadir berasal dari Bara JP, Projo, Seknas Jokowi, Almisbat, Jokowi Mania, Solmet Jokowi, Arus Bawah Jokowi, Duta Jokowi, Kawan Jokowi, Jasmev, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, Sekber Jokowi, GRI, RKIH, Kabar Nawacita, EP For Jokowi, Gerak Indonesia, RPJB, JNIB, Kornas Jokowi, JPKP, Jaman, GK Center, Forkami.
Tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Menteri Perindustrian Saleh Husin.
Lalu Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Teten Masduki, Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit, Ketua DPR RI Ade Komarudin, Ketua Umum Hanura Wiranto, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Ketua DPP Hanura Nurdin Tampubolon serta Ketua DPP PKB Maman Imanulhaq.
Presiden Jokowi hadir untuk silaturahmi sekaligus halal bi halal bersama relawan pendukungnya dalam Pemilu 2014 lalu, beliau hadir dengan mengenakan ‘seragam kebesarannya’ yaitu kemeja putih lengan panjang.
Kehadiran Jokowi sontak disambut ribuan relawan yang sudah memadati Wisna Serba Guna, Senayan, Jokowi bahkan tidak langsung masuk keruang acara, melainkan berkeliling memberikan salam kepada para relawan pendukungnya yang tidak berkesempatan masuk kedalam gedung, karena relawan yang hadir melebihi target yang diperkirakan, ada seribuan relawan lain yang terpaksa mengikuti acara melalui acara di luar dalam tenda besar, Mereka mayoritas mengenakan kemeja putih mengikuti gaya Jokowi.
Selanjutnya Jokowi menyalami para Pimpinan relawan pendukung Jokowi, para menteri dan para politisi yang hadir dan sudah duduk di barisan depan. Setelah menyalami, Presiden Jokowi lalu duduk  didampingi Ketua pelaksana acara Michael Umbas beserta para Ketua Relawan pendukung Jokowi.
Acara dimulai dengan penampilan tarian Saman khas Nangroe Aceh Darussalam. Jokowi dan tamu undangan tampak menikmati penampilan itu, para tamu dan undangan bertepuk tangan mengikuti keseruannya tarian Saman.
Dalam sambutannya, Jokowi membahas tentang fokus utamanya yang saat ini tengah dilakukan, antara lain soal perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur serta Jokowi berpesan bila terjadi sesuatu yang harus dibenahi di Instansi manapun, agar dilaporkankan kepada dirinya, Selain dari itu, Jokowi juga menghimbau agar supaya rakyat bekerjasama untuk kemajuan Indonesia.
Jokowi juga menegaskan kembali tentang tax amnesty, “Undang-Undang pengampunan pajak ini juga akan memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang mengikuti program pengampunan pajak, dan akan menjamin data base nya tidak akan diketahui oleh siapapun.”
Presiden Jokowi mengingatkan siapapun yang terlibat dalam penerapan tax amnesty harus serius. Jangan ada yang main-main dengan kebijakan ini. Jokowi akan mengawal sendiri penerapan kebijakan tax amnesty.
Ketua Panitia Pelaksana SILATNAS Pendukung Presiden 2016 Michael Umbas mengatakan acara ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara seluruh pendukung.
“Kami berharap acara Silaturahmi Nasional ini dapat menandai era baru dan perekat bagi segenap pendukung Jokowi untuk secara bersama-sama berkiprah dan melayani masyarakat sebagai sebuah keluarga dalam rumah besar bernama Indonesia Raya,”
Menurut Umbas, acara tersebut diselenggarakan bersama oleh Bara JP, Projo, Seknas Jokowi, Almisbat, Jokowi Mania, Solmet Jokowi, Arus Bawah Jokowi, Duta Jokowi, Kawan Jokowi, Jasmev, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, Sekber Jokowi, GRI, RKIH, Kabar Nawacita, EP For Jokowi, Gerak Indonesia, RPJB, JNIB, Kornas Jokowi, JPKP, Jaman, GK Center, Forkami.
Umbas menuturkan organ relawan telah membulatkan tekad untuk bersatu tanpa menghilangkan identitas dan karakter, serta ciri khas pergerakan masing-masing. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen dan dukungan penuh kepada pemerintahan Jokowi.
“Sebagai pendukung, kami akan selalu setia terus berjalan berdampingan dengan Presiden Jokowi, yang juga Bapak Rakyat Indonesia. Banyak agenda penting yang sedang presiden jalankan termasuk kebijakan tax amnesty harus kita dukung,” kata Umbas.
Ketum Entrepreneur & Professional (EP) for Jokowi, Hasnil Fajri Mengatakan, “seluruh relawan telah mendukung Jokowi dari sejak menjabat sebagai Gubernur hingga akhirnya menjadi Presiden, dan para pendukung Jokowi akan terus aktif dalam berbagai peran, bidang dan kesempatan yang diberikan untuk mendampingi Jokowi selaku presiden, kami juga terus mendukung segala kebijakan pemerintah dan nawacita, yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan bangsa, tentunya termasuk tentang tax amnesty. Selain dari itu kami juga akan mencoba mengoptimalkan potensi yang dimiliki Indonesia, mencoba konsentrasi membuat formula untuk mendongkrak geliat ekonomi kreatif sekaligus menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru.” ujar Hasnil.

Ketua Umum APKOMINDO Soegiharto Santoso yang biasa disapa dengan Kang Hoky, menyampaikan; “Acara SILATNAS Pendukung Jokowi ini sangat luar biasa sekali, sebab dengan persiapan waktu yang sangat singkat, namun ternyata semuanya dapat berjalan dengan dengan lancar dan sukses, sekalipun relawan yang hadir jauh melebihi target yang diperkirakan, bahkan semuanya dapat serempak menggunakan pakaian berwarna putih mengikuti gaya Pak Jokowi. Padahal acara ini diselenggarakan oleh 30 elemen relawan Jokowi yang berbeda namun tetap dapat bersatu untuk sebuah kesuksesan bersama, tentu saja hal ini sangat membanggakan semua pihak yang terlibat didalamnya, sama bangganya saat turut terlibat dalam Konser Salam Dua Jari 05 Juli 2014 dua tahun yang lalu.”
Lebih janjut Hoky menambahkan, “Kami dari APKOMINDO sangat mendukung pemerintah tentang Program tax amnesty, dan APKOMINDO mengapresiasi dukungan DPR terhadap rencana Pemerintah menerapkan program Pengampunan Pajak. Dukungan ini diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut pada penuntasan reformasi perpajakan menyeluruh, termasuk revisi UU Perpajakan, UU Perbankan, sistem perpajakan yang mudah, adil, dan berkepastian hukum serta perlindungan hak wajib pajak.” ungkap Hoky yang juga hadir pada saat acaraPencanangan Program Pengampunan Pajak oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 1 Juli 2016 yang lalu.
Hoky menambahkan, “Program tax amnesty ini merepresentasikan kemurahan hati Pemerintah, sehingga tidak boleh disalahgunakan oleh siapapun, bahkan harus diimbangi dengan kejujuran dan komitmen membangun hidup bersama yang lebih baik, seperti yang selalu saya sampaikan bahwa Sukses Bersama Tentu Lebih Mulia dan Lebih Bermakna.” tutur Hoky. (R)
Source : http://www.biskom.web.id/2016/07/25/ketum-apkomindo-hadiri-silatnas-pendukung-jokowi.bwi

LONG TERM EVOLUTION (LTE) NETWORK ARCHITECTURE

LTE Architecture

LTE Network Architecture Webinar - AIRCOM International

Voice over LTE (VoLTE)

3G vs. 4G Wireless - What is the Difference?